Arti dari permainan balok bangunan

Jul 11, 2024

Mencerahkan Kebijaksanaan
1. Melatih koordinasi tangan dan mata
Saat menyusun balok, anak-anak perlu menggunakan kedua tangan dengan terampil, yang dapat meningkatkan perkembangan keterampilan motorik halus. Menyusun balok yang berserakan untuk membentuk objek yang rumit juga dapat melatih koordinasi tangan-mata.
2. Mengembangkan keterampilan observasi
Objek seperti rumah yang dibangun anak sebenarnya sudah biasa dalam kehidupan. Mereka harus belajar mengamati terlebih dahulu, kemudian menggunakan balok untuk mengekspresikan hal-hal yang diamati dalam kehidupan sehari-hari selama proses bermain. Keterampilan mengamati dilatih secara tidak sadar.
3. Mengembangkan keterampilan komunikasi
Sebaiknya biarkan anak-anak membangun balok bersama-sama dengan anak-anak lain, yang lebih menarik daripada bermain sendiri. Selain itu, ketika anak-anak membangun balok bersama-sama, mereka akan saling menginspirasi, sehingga mereka akan bermain lebih serius, yang juga baik untuk menumbuhkan kemampuan anak-anak untuk bergaul dengan orang lain.
4. Membuat anak lebih percaya diri Proses membangun balok dapat sepenuhnya dikontrol oleh anak itu sendiri, yang akan memberikan kepuasan dan rasa percaya diri pada anak.
5. Anak-anak juga dapat belajar banyak pengetahuan matematika, mengembangkan rasa spasial, imajinasi, kreativitas dan keterampilan ekspresi bahasa, dll. dalam proses bermain dengan balok.
Mengenali bangun geometri
Bentuk, ukuran, dan panjang balok bangunan bervariasi. Anak-anak dapat menggunakan balok bangunan untuk membedakan bentuk geometris, seperti kuboid, kubus, silinder, dll. Balok bangunan standar memiliki ukuran dan proporsi tertentu. Anak-anak dapat memahami berbagai bentuk, proporsi, ukuran, ketebalan, tinggi, panjang, dll. dari balok bangunan saat bermain dengannya.
1. Bangun pagoda
Siapkan beberapa balok bangunan berbentuk persegi dan bulat untuk anak dan ajari dia untuk menumpuknya tinggi-tinggi. Kemudian letakkan balok bangunan berbentuk segitiga atau kerucut di posisi tertinggi sebagai atap.
Harus ada setidaknya 2 balok bangunan untuk dimainkan, dan jumlahnya bertambah dari 2 menjadi 3 dan 4. Anak-anak secara bertahap akan memahami bahwa semakin banyak balok bangunan yang mereka miliki, semakin rumit objek yang dapat mereka bangun; semakin tinggi balok tersebut dibangun, semakin mudah runtuh. Dalam proses bermain, anak-anak mengetahui bahwa balok bangunan yang besar harus diletakkan di bawah dan balok bangunan yang kecil harus diletakkan di atas, sehingga pagoda tidak akan mudah runtuh. Secara tidak sadar, anak-anak memahami konsep kuantitas, ukuran, berat, tinggi, dll.
2. Menemukan bentuk
Pertama-tama ajari anak Anda untuk mengenali berbagai bentuk balok bangunan geometris, seperti lingkaran, setengah lingkaran, segitiga, persegi panjang, dan lain-lain, kemudian sebutkan bentuk balok bangunan dan mintalah ia untuk menemukannya dengan tepat dari tumpukan balok bangunan. Anda juga dapat berlomba dengan anak Anda untuk melihat siapa yang dapat menemukannya dengan cepat dan tepat. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk memahami bentuk-bentuk geometris dan juga baik untuk menumbuhkan daya pengamatan dan ingatan anak-anak.
3. Ganda
Pasangkan dua balok bangunan persegi panjang yang identik menjadi persegi, dua segitiga menjadi persegi, dua setengah lingkaran menjadi lingkaran, dan seterusnya. Permainan ini dapat membantu anak-anak memahami hubungan antara berbagai bentuk dan memahami konsep seperti bagian dan keseluruhan. Selain itu, selama permainan, anak-anak perlu menggunakan mata mereka untuk mengamati apakah balok bangunan dengan bentuk yang berbeda dapat cocok, yang sangat bermanfaat untuk menumbuhkan daya pengamatan.
4. Mencocokkan angka
Siapkan satu set balok yang diberi angka. Pertama, susun beberapa balok dari kecil ke besar sesuai angka pada balok, lalu biarkan anak-anak meletakkan balok dengan angka yang sesuai di atasnya sesuai angka berikutnya. Jika Anda salah meletakkan balok atau merobohkan balok yang sudah disusun saat menyusunnya, Anda akan kalah. Permainan ini dapat membantu anak-anak memahami hubungan antara angka dan membuat konsep angka mereka lebih jelas.
5. Siapa yang memiliki lebih banyak blok bangunan?
Pertama, ibu dan anak masing-masing mendapat jumlah balok yang sama, lalu bermain permainan "Batu, Gunting, Kertas". Setiap kali permainan dimainkan, pemenangnya mendapat balok dari pihak lain. Setelah bermain 3 kali, hitung jumlah balok yang dimiliki masing-masing pihak. Permainan ini dapat membantu anak-anak memahami perbedaan antara lebih dan kurang, dan memiliki pengalaman awal penjumlahan dan pengurangan.
Membangun konsep spasial
Anak-anak suka menggunakan balok-balok bangunan untuk membangun bangunan yang indah. Saat membangun, ia harus membayangkan posisi setiap balok bangunan di dalam bangunan, lalu meletakkan setiap balok bangunan di tempat yang paling tepat. Ini adalah dasar dari indra spasial.
1. Balok-balok bangunan jatuh
Anda menumpuk balok-balok bangunan satu per satu, dan ketika balok-balok tersebut mencapai ketinggian tertentu, biarkan anak mendorongnya ke bawah dengan tangannya. Melihat balok-balok bangunan jatuh, anak biasanya tertawa gembira. Meskipun ini hanyalah permainan "destruktif" yang sangat sederhana, ini merupakan kegiatan penting bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan kognitif spasial mereka.
2. Jalan Berliku
Ajari anak Anda untuk menyusun balok-balok panjang pada interval tertentu, lalu balok-balok tersebut dapat dihubungkan menjadi lintasan yang berkelok-kelok. Berikan anak Anda mobil mainan, dan ia dapat bermain dengan mobil tersebut di sepanjang "lintasan" ini, dan sebaiknya balok-balok tersebut tidak disentuh. Hal ini dapat melatih kemampuan anak untuk memperkirakan jarak spasial secara visual, dan menumbuhkan indra tiga dimensi serta koordinasi tangan-mata.
3. Boling
Pertama, susun balok-balok silinder dengan warna yang berbeda menjadi segitiga terbalik, lalu biarkan anak berdiri agak jauh, ambil bola dan gulingkan ke arah balok-balok untuk menjatuhkannya. Seiring dengan peningkatan kemampuan anak, jarak dapat ditingkatkan secara bertahap. Permainan ini mengharuskan anak untuk memiliki kepekaan arah, dan juga membantu meningkatkan perhatian dan melatih koordinasi fisik.
4. Domino
Susun balok-balok tersebut secara domino, lalu jatuhkan balok pertama atau terakhir, dan nikmatilah pemandangan menarik saat balok-balok tersebut jatuh secara berurutan. Dalam proses meletakkan balok-balok tersebut, anak-anak perlu menilai jarak spasial secara akurat, dan memerlukan gerakan tangan yang tepat serta konsentrasi yang tinggi.
Membangun pemikiran ilmiah
Balok bangunan mengandung banyak prinsip mekanis. Misalnya, balok dengan ukuran berbeda memiliki kestabilan berbeda. Balok dengan kestabilan baik cenderung tidak mudah runtuh. Saat membangun rumah dengan balok, anak-anak secara bertahap akan menyadari hubungan seperti keseimbangan dan simetri. Sebelum membangun rumah dengan balok, anak-anak harus memiliki rencana tentang apa yang akan dibangun di bawah dan apa yang akan diletakkan di atas. Semua ini sangat membantu dalam menumbuhkan pemikiran ilmiah.

 

Kirim permintaanline